Media
pembelajaran adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran yang
membawa informasi tentang materi pembelajaran dan mengandung maksud-maksud untuk mencapai
tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada khususnya.
Jenis-jenis
media pembelajaran antara lain:
1. Media
visual ; penyampaian pesan atau informasi secara teknik dan kreatif yang mana
menampilkan gambar, grafik, serta tata dan letaknya jelas, sehingga penerima
pesan dan gagasan dapat diterima sasaran. Contohnya: gambar, teks, grafik
2. Media audio;
alat media yang isi pesan atau informasinya hanya diterima melalui indra
pendengaran saja. Contohnya: radio, mp3
3. Media Audio
Visual ; media perantara atau penggunaan materi dan penyerapannya melalui indra
penglihatan dan pendengaran sehingga membangun kondisi yang dapat membuat siswa
mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Contohnya: televisi,
video
4. Multimedia
; kombinasi dari teks, gambar, video, audio, dan animasi yang didesain bagi penggunanya menggunakan aplikasi
berbasis komputer. Contohnya: macromedia flash, web atau blog pembelajaran.
5. Objek
nyata; benda-benda yang langsung dapat digunakan untuk media pembelajaran.
Berikut ini
akan saya jabarkan mengenai langkah-langkah pengembangan dan kriteria penilaian
media pembelajaran terutama media audio visual.
Jenis media:
Audio visual
Langkah-langkah
pengembangan:
1. Melakukan
penelitian pendahuluan dan pengumpulan informasi; dalam tahap ini perlu
dilakukan peneltian yang mengarah kepada analisis kebutuhan dan karakteristik
siswa.
2. Melakukan
pendefinisian dan perumusan tujuan pembelajaran; dalam tahap ini meliputi 1)
analisis awal akhir – untuk memperoleh gambaran mengenai proses pembelajaran;
2) analisis siswa – untuk mendapatkan gambaran karakteristik siswa seperti
tingkat kemampuan dan perkembangan intelektualnya; 3) analisis tugas; 4)
analisis konsep - untuk menganalisis
kompetensi dasar dan sumber belajar ; dan 5) perumusan tujuan pembelajaran –
unutk memperoleh indikator yang bertujuan untuk mencapai hasil belajar siswa.
3. merumuskan
butir-butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan dan
penentuan urutan; pada tahap ini butir-butir materi dirinci dan diurutkan dari
tingkatan yang sederhana sampai kepada tingkatan yang lebih rumit.
4. Merancang
dan membuat produk awal media audio visual yang sesuai dengan tujuan
pembelajaran yang telah ditentukan. Pembuatan media melalui beberapa tahapan,
yaitu persiapan, proses rekaman, proses pembuatan visual, dan penggabungan
antara audio dan visual.
5. Mengembangkan
media audio visual. Pada tahap ini dilakukan validasi ahli dan revisi terhadap
produk awal
6. melakukan uji coba terhadap produk dengan
melakukan wawancara dan observasi.
7. melakukan
revisi terhadap produk berdasarkan data hasil wawancara dan observasi.
8.
Mendesiminasikan dan mengimplementasikan produk (membuat laporan mengenai
produk pada pertemuan profesional dan dalam jurnal, bekerjasama dengan penerbit
untuk melakukan distribusi secara komersial, membantu distribusi untuk
memberikan kendali mutu)
5. kriteria
untuk menilai media pembelajaran tersebut.
A. Aspek
Rekayasa Perangkat Lunak
·
Efektif dan efesien media
pembelajaran
·
Reliabilitas
·
Pemeliharaan dan kemudahan
pengelolaan
·
Tingkat kemudahan pengoperasian
audio visual
·
Adanya petunjuk penggunaan media
audio visual
B. Apek Desain
Pembelajaran
·
Kesesuaian isi media audio visual
dengan tujuan pembelajaran
·
Relevansi tujuan pembelajaran
dengan SK/KD/Kurikulum
·
Interaktivitas dalam media audio
visual
·
Pemberian motivasi belajar
·
Kontekstualitas dan aktualitas
·
Kemudahan untuk memahami media
audio visual
·
Pencantuman evaluasi belajar dam
media audio visual
C. Aspek
Komunikasi Visual
·
Kesesuaian informasi yang dapat
diterima dengan keinginan sasaran
·
Kreativitas
·
Kualitas visual ( layout design,
typography, warna) dan audio (narasi, sound effect, backsound, musik).